About Sidik Museum

     The presence of Museum of Art in Yogyakarta City can add special value of Yogyakarta that has been known and recognized as the Special Region. The existence of the museum becomes an alternative choice of new tourist destinations other than those already existed.

     Chairman of the Presidential Advisory Council of Sri Adiningsih revealed in his speech at the Opening and Inauguration Museum Sidik W Martowidjojo in Bale Raos Road Magangan Kulon No. 1 Yogyakarta on Saturday (3/12) morning. Also present at the event, among others Counselor of Culture of China Jin Hong Yue, chairman of the Deposit Insurance Agency Halim Alam, Representative of the Ministry of Tourism Hidayat, Advisor to the Ministry of Foreign Affairs and former Ambassador of Indonesia in the United Arab Emirates Salman Al Farisi, GBPH Hadiwinoto from Keraton Yogyakarta, Director of People's Sovereignty, represented by Chief Editor Octo Lampito, Deputy Head of Department Kebudayan Singgih Raharjo, collectors of art works Oei Hong Djien, Commissioner of PT HM Sampoerna Niken Rachmat, the Board of Trustees RRI Center Dwi Hernuningsih, Professor of the Faculty of Engineering Prof. Dr. Danang Parikshit and the corresponding painter Sidik W Martowidjojo.

     GBPH Hadiwinoto expects Museum Sidik to add the nuances of Yogyakarta as a City of Culture. He also hopes that the works and the Sidik Museum give new images and colors in the art treasures and add the icon of Yogyakarta as a city of art and culture. Museum became an alternative choice of tourists visiting attractions other than Yogyakarta Palace itself as a tourist destination.

     Gusti Hadiwinoto also hopes to the people of Yogyakarta and Indonesia to appreciate the work of Sidik. At the same time the existence of Museum Sidik W Martowidjojo really brings an image and a new color in the constellation of art and increase of existing assets.

________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________________

 

     Kehadiran Museum Seni di Kota Yogyakarta dapat menambah nilai istimewa Yogyakarta yang sudah dikenal dan diakui sebagai Daerah Istimewa. Keberadaan museum tersebut menjadi altiernatif pilihan destinasi wisata baru selain yang sudah ada.

     Ketua Dewan Pertimbangan Presiden Sri Adiningsih mengungkapkan dalam sambutannya pada Pembukaan dan Peresmian Museum Sidik W Martowidjojo di Bale Raos Jalan Magangan Kulon No 1 Yogyakarta, Sabtu (3/12) pagi. Turut hadir dalam acara tersebut, antara lain  Konselor Kebudayaan Tiongkok Jin Hong Yue, Ketua Lembaga Penjamin Simpanan Halim Alamsyah, Perwakilan Kementerian Pariwisata Hidayat, Staf Ahli Kementerian Luar Negeri dan Mantan Dubes Indonesia di Uni Emirat Arab Salman Al Farisi, GBPH Hadiwinoto dari Keraton Yogyakarta, Direktur Utama Kedaulatan Rakyat yang diwakili Pemimpin Redaksi Octo Lampito, Wakil Kepala Dinas Kebudayan Singgih Raharjo, Kolektor karya seni rupa Oei Hong Djien, Komisaris PT HM Sampoerna Niken Rachmad, Dewan Pengawas RRI Pusat Dwi Hernuningsih, Guru Besar Fakultas Teknik UGM Prof Dr Danang Parikesit, dan pelukis yang bersangkutan Sidik W Martowidjojo.

     GBPH Hadiwinoto mengharapkan Museum Sidik menambah nuansa Yogyakarta sebagai Kota Budaya. Ia juga berharap karya dan Museum Sidik memberi citra dan warna baru dalam khazanah seni dan menambah ikon Yogyakarta sebagai kota seni dan budaya. Museum menjadi alternatif pilihan wisatawan mengunjungi objek wisata selain Keraton Yogyakarta sendiri sebagai destinasi wisata

     Gusti Hadiwinoto juga berharap kepada masyarakat Yogyakarta dan Indonesia mengapresiasi karya Sidik. Pada saat bersamaan keberadaan Museum Sidik W Martowidjojo benar-benar memberi citra dan warna baru dalam konstelasi seni lukis serta menambah aset dari yang sudah ada.